Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Bermaterai dengan Ahli Waris dan Kuasa

Surat Perjanjian Jual Beli Tanah menjadi sesuatu yang sangat penting jika kalian ingin menjual atau membeli aset, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat surat perjanjian Jual Beli Aset.

Hal yang perlu diperhatikan adalah nama pemilik dari tanah yang akan menjualnya, tanah warisan, dan sebagainya. Jangan sampai terjadi kasus seperti tanah sengketa karena belum memahami surat perjanjian jual beli tanah.

Berikut hal yang perhatikan dari jual beli tanah dari sinan-arsitek.com

Daftar Isi :
Pengertian Surat Perjanjian Jual Beli Tanah
Contoh Surat Perjanjian jual beli tanah
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengurus Surat Perjanjian jual beli tanah
Contoh Surat Perjanjian jual beli tanah
Proses Mengurus Sertifikat Tanah
Kelebihan dan Kekurangan dalam Perjanjian Jual Beli Tanah
Masa Berlaku Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Pengertian Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Surat perjanjian jual beli adalah sebuah dokumen kesepakatan antara penjual dan pembeli yang di dalamnya terdapat masing – masing pihak dalam proses transaksi penjualan dan pembelian aset, dokumen ini sangat penting dan dianggap memiliki kekuatan hukum yang dimana sama – sama menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Manfaatkan surat perjanjian jual beli aset ini bukan hanya bisa menghindari penipuan, surat perjanjiian ini dapat mengantisipasi jika salah satu pihak melakukan wanprestasi atau ingkar janji.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Sebelum membuat perjanjian aset beli tanah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan tanahnya dulu. Hal ini berkaittan dengan kontur dan jenis tanahnya yang layak untuk dibangunkan, sebaiknya kalian membeli tanah yang posisinya datar kecuali kalian ingin membeli tanah yang miring.

Diantara kondisi tanahnya yang paling penting adalah air, kalian harus ngecek apakah debit air yang ada di area tanah yang bisa di gali atau tidak. Berikut contoh Surat Beli Tanah dari sinan-arsitek.com

SURAT KETERANGAN JUAL BELI SEBELUM DIAKTAKAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama                : …………………………………………………………………………

TTL            : …………………………………………………………………………

Pekerjaan          : …………………………………………………………………………

Alamat              : …………………………………………………………………………

Nomor KTP       : …………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak pertama (penjual).

Nama                 : …………………………………………………………………………..

TTL         : …………………………………………………………………………..

Pekerjaan            : …………………………………………………………………………..

Alamat                : …………………………………………………………………………..

Nomor KTP          :  …………………………………………………………………………..

Untuk selanjutnya disebut pihak kedua (pembeli)

Pada hari ini …………….. tanggal …… (…………………………………………….)  bulan…………. tahun …………(………………………………………………………………………………..). Pihak pertama dengan ini menyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual ke pihak kedua dan pihak kedua juga berjanji, menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari pihak pertama berupa:

Sebidang tanah dengan hak ……………………………….. yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah …………………………………………………………………… Yang berlokasi di…………… ……………………………………………………………………………….(alamat lengkap) dengan ukuran panjang tanah …………..m (……………………………………… meter) lebar ………..m (……………………………………. meter) dengan luas tanah ………….. m 2 (………………………………………………… meter persegi) dan untuk selanjutnya disebut dengan Tanah. Dengan batas-batas tanah sebagai berikut:

Sebelah barat             : Berbatasan dengan …………………………………………………

Sebelah timur             : Berbatasan dengan …………………………………………………

Sebelah utara             : Berbatasan dengan …………………………………………………

Sebelah selatan          : Berbatasan dengan …………………………………………………

 Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual beli tanah di mana syarat dan ketentuannya diatur dalam 10 (sepuluh) pasal, seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1 – HARGA DAN CARA PEMBAYARAN

Jual beli tanah tersebut dilakukan dan disetujui oleh masing-masing pihak dengan harga per meter persegi Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam

huruf), sehingga keseluruhan harga tanah tersebut adalah: Rp ………….(……………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), dan akan dibayarkan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama secara (tunai / kredit ) selambat-lambatnya tanggal ……

(………………………………) bulan …………. tahun ………… (……………………………………..) setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Pasal 2 – JAMINAN DAN SAKSI

Pihak Pertama menjamin sepenuhnya bahwa Tanah yang dijualnya adalah milik sah atau hak

pihak pertama sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak, bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimanapun juga, dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain.

Jaminan pihak pertama dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi. Kedua orang saksi tersebut adalah:

Nama                  : ………………………………………………………………………………

TTL                     : ………………………………………………………………………………

Pekerjaan             : ………………………………………………………………………………

Alamat                 : ………………………………………………………………………………

Alamat                  : ………………………………………………………………………………

Nomor KTP           : ………………………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan     : ……………………………………………………………..…………….…

Selanjutnya disebut sebagai saksi 1

Nama           : …………………………………………………………………………………

TTL             : …………………………………………………………………………………

Pekerjaan     : …………………………………………………………………………………

Alamat          : …………………………………………………………………………………

Nomor KTP    : ………………………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan       : ……………………………………………………….

Selanjutnya disebut sebagai saksi II

Pasal 3 – PENYERAHAN TANAH

Pihak pertama berjanji serta mengikatkan diri untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada pihak kedua selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun……..(……………………………… ……………..) setelah pihak kedua melunasi seluruh pembayarannya.

Pasal 4 – STATUS KEPEMILIKAN

Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka tanah tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya beralih dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dengan demikian hak kepemilikan tanah tersebut sepenuhnya menjadi hak milik Pihak Kedua.

Pasal 5 – PEMBALIKNAMAAN KEPEMILIKAN

Pihak pertama wajib membantu pihak kedua dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan hak tanah dan bangunan rumah tersebut dalam hal pengurusan yang menyangkut instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Segala macam biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dibebankan sepenuhnya kepada Pihak Kedua.

Pasal 6 – PAJAK, IURAN, DAN PUNGUTAN

Kedua belah pihak bersepakat bahwa segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan tanah di atas:

Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Pertama. Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Kedua.

Pasal 7 – MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggal dunianya pihak pertama, atau karena sebab apapun juga. Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti pihak pertama wajib mentaati ketentuan yang tertulis dalam perjanjian ini dan pihak pertama mengikat diri untuk melakukan segala apa yang perlu guna melaksanakan ketentuan ini.

Pasal 8 – HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

Pasal 9 – PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau mufakat maka kedua belah pihak telah sepakat memilih menyelesaikan perkara secara hukum. Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara di…………………………………………………..

Demikianlah Surat Perjanjan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak di………………… pada Hari…… ………………………. Tanggal ……(..………………………………) Bulan …………………. Tahun …(…………………… ……..………………….. ), dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

PIHAK PERTAMA, ( …………….……………………….. )

PIHAK KEDUA, ( …………….……………………….. )

Saksi-Saksi:

SAKSI PERTAMA, ( …………….……………………….. )

SAKSI KEDUA, ( …………….……………………….. )

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengurus Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Didalam Surat perjanjian dapat dicantumkan dengan pasal – pasal yang dapat menjamin keamanan transaksi jual beli aset atau rumah, berikut surat perjanjian jual beli aset yang tercantumkan kesepakatan dari sinan-arsitek.com.

Harga

Di bagian harga bisa dicatat 3 hal yaitu, harga tanah yang di jual, harga pembangunan rumah dan mungkin terdapat akumulasi harga dari keduanya.

Cara Pembayaran

Pembayaran dapat di bayar dengan tunai, cicil, ataupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Di dalam surat jual beli tanah dapat juga dicantumkan tanggal transaksi terakhir sebagai pelunasan pembelian.

Uang Tanda Jadi

Hal ini sebagai memperjelas ataupun mengesahkan status dimulainya penjualan, entah itu tunai ataupun KPR. Uang sebagai tanda jadi untuk mengikat kedua belah pihal dengan perjanjian bahwa pihak pertama akan menjual aset kedua akan melunasi pembayaran.

Jaminan dan Saksi

Surat perjanjian Aset jual beli ditujukan untuk pihak pertama untuk memperkuat dan memberikan kejelasan bahwa rumah yang hendak dijual supaya dapat dimiliki sepenuhnya dengan orang – orang yang bersangkutan, dapat disaksikan dengan dua saksi yang mampu membenarkan transaksi tersebut.

Penyerahan dan Status Kepemilikan

Menandai kapan dilakukan penyerahan aset seperti sertifikat dan kunci dari pihak pertama dan pihak kedua sekaligus melakukan pemindahan kepemilikan.

Balik Nama Kepemilikan

Hal ini mengatur untuk mengganti nama kepemilikan dengan mengikat pihak pertama secara sepenuhnya membantu proses balik nama kepada kedua belah pihak, selain itu dapat dicantumkan kewajiban pembayaran biaya dengan mengganti nama pemilik sepenuhnya yang akan ditanggung oleh pihak kedua

Pajak, Iuran, dan Pungutan

Sebelum kalian menandatangi surat perjanjian ini seluruh punguran, iuran hingga pajak yang berlaku dan di tanggung oleh pihak pertama namun selah menandatangani perjanjian tersebut maka semua akan jatuh kepada pihak kedua.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Proses Mengurus Sertifikat Tanah

Kelengkapan sertifikat tanah menjadi hal yang wajib dimiliki bagi semua orang yang memiliki tanah, karena sertifikat ini diguakan sebagai buktti bahwa pemilik sertifikat mempunyai hak atas tanah tersebut. Jika kalian memiliki tanah tetapi tidak memiliki sertifikat tanah kalian harus segera mengurus sertifikat tanah ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) disetiap daerah kalian. Sebelum kalian mengurus berikut alur Mengurus Sertifikat Tanah dari sinan-arsitek.com

Datang ke kantor BPN

Kalian perlu Membeli atau mengambil formulir pendaftaran dan kalian akan mendapatkan map dengan warna dan kuning, jika sudah mengisi yang terdapat di dalam formulir maka bualah janji dengan petugas untuk mengukur tanah.

Penerbitan Sertifikat Tanah Hak Milik

Setelah dilakukan pengukuran tanah, kalian akan mendapatkan data Surat Ukur Tanah, lalu berikan untuk melengkapi dokumen yang sudah tersedia. Setelah itu kalian hanya bersabar menunggu dikeluarkan surat keputusan.

Kalian akan diberikan BEA Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB), sambil menunggu sertifikat tanah kalian terbit. Biasanya lama penerbitan ini kurang lebih setengah atau sampai satu tahun lamanya. Maka dari itu kami sarankan untuk selalu menanyakan status penerbitan sertifikat kepada petugas BPN.

Kelebihan dan Kekurangan dalam Investasi Tanah

Ada beberapa jenis investasi propersi seperti rumah, apartemen, ruko dan rukan sampai tanah. Jenis investasi ini biasanya berupa tanah kosong tanpa bangunan adalah salah satu investasi termudah dan termurah jika kalian tertarik menanam uang dengan keuntungan besar, meskipun begitu terdapat kelebihan dan kekurangan dari dari investasi tersebut.

Berikut kelebihan dan kekurangan dari investasi tersebut.

Kelebihan Investasi Tanah

a. Harga Investasi Tanah Setiap Tahun Terus Naik
b. Investasi Tanah Tidak Perlu Banyak Perawatan
c. Investasi Tanah Tidak Terlalu Banyak Peminatnya
d. Investasi Tanah Bisa Dijual Lagi Secara Utuh atau Per Kapling
e. Investasi Tanah Dapat Digunakan untuk Berbagai Jenis Usaha
f. Investasi Tanah Bisa Jadi Aset yang Lumayan Menjanjikan
g. Sebagai Investasi Jangka Panjang
h. Investasi Tanah dengan KPT

Kekurangan Investasi Tanah

a. Daya Jual Investasi Tanah Dinilai dari Lokasi
b. Investasi Tanah Tak Bisa Dijadikan Sebagai Pemasukan Tetap
c. Ada Kemungkinan Cicilan KPT Ditolak
d. Investasi Tanah Tidak Likuid
e. Risiko “Penyerobotan” Tanah Kosong
f. Persoalan Legalitas Terkait Dokumen Awal
g. Memerlukan Modal yang Terbilang Besar
h. Investasi Tanah Tidak Dapat Dicairkan Kapan Saja

Masa Berlaku Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Dapat diatur yang dimana saat perjanjian dibuat oleh pihak pertama jika pihak pertama meninggal dunia, maka surat perjanjian pembelian masih bisa berlangsung melalui ahli waris yang sah dari aset tersebut. Dengan menetapkan hal lain – lain yang belum tercantum dengan cara mufakat oleh kedua belah pihak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *